Manokwari Suara Mee. Com – Ketua Korwil Resmi Melantik Ketua Asdei

Badan Pengurus Kordinator Wilayah Deiyai (Korwildei) resmi melantik Ketua Asrama Deiyai Kota Studi Manokwari. Dilanjutkan dengan pemberian surat mandat dari ketua asrama lama kepada ketua yang baru.

Ketua Korwil Deiyai Petrus Douw resmi melantik badan pengurus asrama Deiyai Oktovianus Douw dihadapan puluhan anggotanya, pada Sabtu (17/04/2021), dalam Gedung Asrama Deiyai, Jalan Manunggal besar, Amban Manokwari.

“Saya berharap ketua baru penting difungsikan garis kordinasi dan komando asrama dan korwil. Hal ini dikarenakan untuk memudahkan dalam mengontrol antara Pembina, DPO, Badan pengurus sampai ke anggota” jelas Frans Uti mantan ketua Asrama Deiyai disingkat Asdei.

Selagi kami merantau semua hal perlu untuk belajar, baik dari kampus, asrama, gereja, sisi lain kalau menulis surat perluh menulis dalam kertas, dan kami pentingnya membuka ruang diskusi, dan seluruh penghuni wajib mematuhi peraaturan asrama seperti, tugas masak-memasak,” tutur Ketua lama.

Sementara itu Ketua Asrama yang baru resmi dilantik Oktovianus Douw, Mengatakan seluruh anggotanya untuk berkoordinasi dengan badan pengurus korwil sebagai berseniorita. Kita penting bersama membuka akses dengan pemerintah daerah untuk meninjau sisa pembangunan pemagaran dan melengkapi aset asrama yang telah dirusak berdasarkan proposal yang telah di Ajukan kepada pemda.

“Pemerintah Deiyai kami berharap agar memperhatikan sisa-sisa bangunan yakni pemagaran asrama dan kepengurusan surat pelepasan dan sertifikasi tanah serta perabotan asrama. Kami juga akan menunggu jawaban pemerintah yang telah dikatakan akan dikunjungi di setiap kota studi,” ujarnya.

Kami pengurus asrama yang baru berharap agar senioritas penting membenahi serta membina kami. Karena kami baru melantik untuk melangkah bersama untuk mengurus rumah tangga asrama Deiyai,” hal ini disampaikan Ketua Asrama Baru Oktovianus Douw pada Minggu, (18/04) saat wawancara depan teras Asdei.

“Karena ibaratnya pemerintah daerah adalah orang tua kami mahasiswa,tidak hanya orang tua kandung, pasti orang tua mereka melihat kekurangan dan kelemahan anaknya. Hal serupa dalam penereapan aset asrama yang kian terrapukan. Penting bekerja bersama kakak seniorita sambil mencari jalan keluar,” tutupnya.

Dewan Penasehat Organisasi (DPO) yakni Albertus Pigai dan Andi Boga juga mengatakan agar Angota dalam wadah ini perlu menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai badan pengurus, pentingnya mempatuhi tujuan dan makna dari garis komando dan garis kordinasi yang telah ditetapkan dari badan pengurus sebagai tanda persahabatan dan persaudaraan bersama

Reporter : Jefry Giay

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *